Langsung ke konten utama

Review Buku Ayah Karya Andrea Hirata oleh Kanal YouTube Sesudah Pepatah

Review Buku Ayah Karya Andrea Hirata oleh Kanal YouTube Sesudah Pepatah

Photo by kumparan

Review Buku Bagus kali ini akan menuliskan resensi atau review buku Ayah yang merupakan jenis buku fiksi Indonesia karangan Andrea Hirata. Buku ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2015. Buku novel yang diulas kali ini merupakan cetakan ke-24, bulan Februari tahun 2019 diterbitkan di  Yogyakarta dengan tebal 412 halaman. 

Siapa tak kenal Andrea Hirata seorang novelis Indonesia ternama dari Pulau Belitung yang terkenal berkat karya pertamanya yakni Laskar Pelangi. Karya tersebut menjadi International Bestseller yang telah diterjemahkan dalam 22 bahasa dan diedarkan lebih dari 130 negara. Andrea Hirata selalu sukses melahirkan karya yang menarik untuk dibaca. Salah satunya adalah novel berjudul Ayah ini. 

Sinopsis Buku Novel Ayah Karya Andrea Hirata

Novel Ayah menceritakan tentang tokoh Sabari. Orang daerah Belantik yang berperawakan kurus, wajah berantakan, telinga panjang centelan wajan. Dia mencintai seorang perempuan manis bermata indah dan berlesung pipi bernama Marlena. Cinta Sabari kepada marlena bermula saat ujian nasional SMP bahasa Indonesia dilaksanakan. 

Ancaman ayahnya yang akan menjodohkan Marlena apabila tidak mampu lulus ujian. Marlena tidak mampu mengejar materi akibat sering bolos sekolah. Maka pada saat ujian, dia langsung menyambar kertas ujian Sabari dan menyontek jawabannya di detik-detik terakhir waktu pengumpulan. 

Saat itu Sabari dan Marlena sama sekali tidak saling mengenal. Namun ada satu hal yang sama sekali tidak disadari oleh Marlena, Sabari adalah Isaac Newtonnya bahasa Indonesia. Sungguh beruntung. Hingga akhirnya hasil ujian Marlena berhasil diselamatkan oleh nilai bahasa Indonesia yang tercetak jelas angka 95 di papan pengumuman. Hasil nilai rata-rata minimum kelulusan pun mampu diraih oleh Marlena 6,5 maka batal pula ancaman perjodohan oleh ayahnya. 

Memasuki kehidupan Sekolah Menengah Atas, Sabari yang pada awalnya menganggap cinta adalah racun manis penuh muslihat tiba-tiba menjadi majenun atau gila cinta pada sosok Purnama ke-12, sebutan Sabari untuk Marlena karena selalu membuatnya merinding saat menatapnya. 

Pada akhir kisah diceritakan Sabari mengikuti perlombaan maraton untuk kedua kalinya. Rencananya piala akan dipersembahkan kepada Zoro putranya yang terpisah selama delapan tahun. Namun sayangnya Sabari yang sudah menua dan kurang gizi. dikalahkan oleh pelari-pelari muda dan sehat lainnya. 

Biarpun begitu Sabari tidak menyerah walaupun panitia dan para penonton telah bubar, Sabari tetap melanjutkan lomba lari itu tanpa sepatu hingga garis finish dengan telapak kaki yang berdarah-darah. Sabari menyelesaikan lomba lari sepanjang 40 km seorang diri. 

Seluruh belitong terkagum-kagum akan perjuangan Sabari seluruh radio menyiarkan berita tentangnya. Ketenarannya pun bahkan melebihi juara lomba saat itu. sungguh Sabari adalah seorang ayah yang sangat mencintai putranya dan rela mengorbankan apapun demi putranya. 

Di dalam hal percintaan memang Sabari tidak sempat merasakan indahnya romansa dengan Marlena. Namun cintanya sangat tulus dan berharap Marlena dapat bahagia dengan segala pilihannya. Biarkanlah orang lain menganggap Sabari majnun, tidak logis, bodoh dan sebagainya tetapi Sabar tetap tidak kenal lelah mencintai seorang sangat tulus dan tanpa meminta imbalan apapun. 

Persahabatan Sabari dengan Ukun dan Tamat pun sangat menginspirasi. Zaman sekarang sangat sulit kita temui hubungan macam mereka bertiga yang telah terjalin dari kecil hingga tua. Dua sahabat yang rela mengarungi seluruh Sumatera untuk mempertemukan Sabari dengan belahan jiwanya, putranya, Zoro. 

Ulasan Unsur Intrinsik Novel Ayah oleh Kanal YouTube Sesudah Pepatah 

Andrea Hirata dalam novel ini berhasil menyihir pembacanya dengan kalimat yang puitis, khas dan sedikit nyeleneh.Pembaca pun bakal tertarik untuk terus membaca dan menyelesaikan buku ini hingga akhir. Tak hanya itu, dalam beberapa bagian tersurat lelucon yang sukses membuat pembaca terhibur. 

Banyak kejadian dalam hidup yang meski menyedihkan tetapi tetap ditertawakan dan ambil pelajaran berharganya, itulah yang disebut seni mencintai hal-hal sepele.

Novel ini menggunakan gaya bahasa yang mendayu-dayu untuk percakapan sehari-hari seperti membaca buku sastra lama. Padahal latar waktu novel ini mengambil garis waktu yang bukan jauh dari masa lampau. Ditambah dengan beberapa kata khas belitong yang membuat beberapa pembaca akan bingung dibuatnya, sehingga sedikit aneh jika menggunakan kalimat baku dalam percakapan sehari-hari. 

Selain itu penulis menggunakan alur campuran yang agak membingungkan. Pembaca akan merasa bahwa bab-bab awal tidak saling berkaitan dan berhubungan sehingga perlu memahami secara perlahan hingga akhir cerita dan membacanya ulang untuk benar-benar memahami garis waktu yang digunakan oleh penulis dan novel ini. 

Novel ini mengajarkan pembaca tentang nilai-nilai sosial seperti pantang menyerah, tekun, berpikir positif dan menghormati orang tua serta setia kawan. Nilai-nilai tersebut rasanya kini kian memudar. 

Penilaian Novel Ayah dari Kanal YouTube Sesudah Pepatah

Novel ini sangat cocok untuk dibaca semua usia khususnya bagi para pemuda dan pemudi yang ingin memahami definisi cinta dan kehidupan dalam contoh nyata karena kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Para pembaca akan dibuat kagum dengan sisi melankolis yang dapat kita resapi pada kehidupan nyata para tokoh dalam novel Ini.


Komentar

  1. Ya Allah saya ketawa dan nangis baca novel ini. Bagus banget😭 sesuai sama namanya sabari sabar banget. Dan dua sahabatnya lucu banget. Meskipun akhirnya dia nggak pernah merasakan cinta dari marlena tapi dia bisa merasakan cinta kepada anaknya. Padahal bukan anak kandung. Dan ending dari buku ini bikin saya bahagia banget.

    BalasHapus
  2. wah... sudah baca juga ya Kak? karya Andrea Hirata sih emang sering bikin saya kagum...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Terpopuler

Ulasan Buku Sultan Ageng Tirtayasa Karya Ian Mustafa

Ulasan Buku Sultan Ageng Tirtayasa Karya Ian Mustafa  Masih dari Perpustakaan Kota Cilegon, tepatnya di Ruang Baca Anak . Kali ini Review Buku Bagus akan melakukan ulasan buku Sultan Ageng Tirtayasa karya Ian Mustafa. Karena memang saya mendapatkannya dari ruang baca anak, jadi buku ini juga merupakan buku untuk anak-anak.  Buku ini sangat cocok dan tepat untuk anak-anak. Dari segi jumlah halamannya saja tidak terlalu banyak, tidak sampai 50 halaman. Sehingga anak-anak bisa menyelesaikan bacaan ini dengan tidak terlalu kesulitan.  Buku Sultan Ageng Tirtayasa, Tentang Perebutan Tahta oleh Anak Sendiri  Jumlah halamannya yang hanya sedikit, maka tidak memungkinkan untuk memuat seluruh sejarah tentang Sultan Ageng Tirtayasa. Pada ulasan buku kali ini akan dibahas mengenai beberapa bagian sejarah dari Sultan Ageng Tirtayasa dan Kesultanan Banten.  Informasi Buku Sultan Ageng Tirtayasa  Buku berjudul Sultan Ageng Tirtayasa ini merupakan karya dari Ian Mustafa...

Ulasan Buku Antasari, KPK, & Belitan Cinta Segi Tiga Karya Burhanuddin Abe & Faisyal

Ulasan Buku Antasari, KPK, & Belitan Cinta Segi Tiga Karya Burhanuddin Abe & Faisyal  Ulasan buku Antasari, KPK, & Belitan Cinta Segi Tiga ini ditulis karena sedang ramainya berita tentang salah satu pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang justru tersandung kasus korupsi. Sebenarnya buku yang diulas ini adalah buku lama. Kasus Antasari Azhar pun sudah selesai secara hukum.  Bukan layaknya seperti ulasan buku biografi , tujuan ulasan buku ini salah satunya adalah untuk mengingatkan kepada pembaca bahwa KPK adalah lembaga yang dibentuk untuk menegakkan keadilan. Khususnya untuk menghilangkan praktek korupsi yang seperti sudah jadi budaya di Indonesia. KPK juga adalah lembaga yang punya banyak tantangan, salah satunya adalah kasus Antasari Azhar.  Informasi Buku Antasari, KPK, & Belitan Cinta Segi Tiga   Buku Antasari, KPK, & Belitan Cinta Segi Tiga ditulis oleh Burhanuddin Abe dan Faisyal Chaniago. Terbit pada 2009 di Yogyakarta. Penerbit...

Review Buku Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono

Review Buku Sepasang Sepatu Tua Sepilihan Cerpen Sapardi Djoko Damono  Buku kumpulan cerpen yang berjudul Sepasang Sepatu Tua Sepilihan Cerpen Sapardi Djoko Damono ini jadi buku prosa pertama yang saya baca dari karya Pak Sapardi. Sebelumnya saya hanya tahu Sapardi Djoko Damono dari sebuah lagu Jason Ranti. Setelah tahu dari lagi itu, saya pernah mencari dan membaca beberapa karya puisinya.  Ketertarikan saya untuk membaca buku ini juga sebenarnya hanya karena ingin kembali mengisi postingan yang sudah lama absen dari dalam blog Review Buku Bagus. Awalnya khawatir, cerpen Sapardi Djoko Damono pasti bukan cerpen yang biasa-biasa saja.  Kekhawatiran saya pun terjawab. Ada beberapa cerpen karya Sapardi Djoko Damono yang rumit dan sulit saya mengerti.  Sepasang Sepatu Tua , Sebuah Kumpulan Cerpen Pilihan dari Sapardi Djoko Damono  Pada halaman terakhir buku ini ada sebuah kalimat atau ulasan yang menyatakan bahwa, banyak benda-benda mati yang jadi hidup dan berki...